SEKILAS GSJA KEMULIAAN

GSJA, GSJA KEMULIAANGSJA KEMULIAAN digembalakan oleh pasangan suami istri yaitu Bpk. Pdt. Dias Pora Padang, M.Th dan Ibu. Pdt Femi Magdalena Lumowa Padang, S.Th. Read More...

BAGAIMANA MEMILIKI ROH YANG MENYALA-NYALA

Written By Admin on Minggu, 16 Juni 2013 | 8:23 PM

Minggu yang lalu kita sudah mengetahui bahwa kita harus memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan karena (1) Ada banyak tantangan (2) Ada dampaknya bagi kita baik di bumi mupun di sorga nanti.

PADA SAAT INI KITA AKAN MERENUNGKAN BERSAMA BAGIMANA MEMILIKI ROH YANG MENYALA-NYALA UNTUK MELAYANI TUHAN

1. KITA HARUS TERUS MENERUS MEMBANGUN HUBUNGAN BAIK DENGAN TUHAN

Dengan cara menjaga kehidupan bersih di hadapan Tuhan. Artinya segala perbuatan dosa harus disingkirkan dari kehidupan kita, seperti dosa percabulan, fitnah, iri, kepahitan, sombong, dll. Sekiranya ada dosa, harus cepat-cepat mengakui dan mohon ampun, dan Tuhan akan mengampuni, 1 Yoh. 1:8,9

Dengan cara mendengarkan, membaca dan merenungkan FirmanNya. Untuk itu kita perlu berdoa supaya Roh Kudus memberikan rasa lapar dan haus akan Firman Tuhan di dalam kehidupan kita, Mat. 5:6. Kedua murid yang meninggalkan Yerusalem menuju ke Emaus, hati mereka berkobar-kobar ketika mereka mendengarkan Firman Tuhan, Luk. 24:
Dengan cara ada kerinduan dan kemauan untuk melakukan Firman Tuhan. Sikap yang rindu dan mau melakukan FA akan membuat kita tetap untuk menyala-nyala dalam melayani Allah, sebaliknya sikap yang hanya mendengar FA tetapi tidak melakukan FA membuak kita tidak menyal-nyala bagi dalam melayani Tuhan bahkan hidup kita pun akan gampang ambruk ketika badai menerpa, Mat. 7:24-27

2. KITA HARUS MEMBANGUN DAN MEMELIHARA HUBUNGAN BAIK DENGAN SESAMA

Sesungguhnya ada kaitan yang erat antara roh yang menyala-nyala dengan hubungan yang baik dengan sesama, yaitu jika hubungan kita dengan sesama baik maka begitu gampang kita memelihara roh yang menyala-nyala dan sebaliknya jika hubungan kita dengan sesama tidak baik maka roh kita pun menjadi tidak menyala-nyala. Iblis akan mempergunakan keadaan ini untuk menuduh kita.

Petrus mengatakan jika kita mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari yang baik...kita harus mencari perdamain dan berusaha mendapatkannya, 1 Ptr. 3:10-11

Dengan siapa kita harus membangun dan memelihara hubungan dengan baik? Dengan suami-istri, anak orang tua, pemimpin, sesama jemaat, dsb.

3. KITA HARUS MEMBANGUN CARA BERPIKIR KITA, FLP. 4:8

Pemikiran kita dapat mempengaruhi kita dalam roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Artinya jika kita memiliki pemikiran yang benar sesuai FA maka dipastikan kita akan tetap memiliki roh yang menyala-nyala. Dan sebaliknya jika kita memiliki pemikiran yang negatif maka dipastikan juga membuat roh kita menjadi tidak menyala-nyala.

Contoh yang baik akan hal ini yaitu pengalaman ke 12 pengintai di PL. Ke 10 pengintai berpikir bahwa mereka tidak dapat memasuki Tanah Perjanjian itu sehingga hal itu mempengaruhi tindakan mereka yaitu ingin mengangkat pemimpin yang lain dan ingin kembali ke Mesir dan hal ini mendatangkan penhukuman Allah, Bil 13:1-3,25-14:1-4

Pemikiran yang tidak benar dari ke 10 orang pengintai membuat mereka tidak lagi memiliki roh yang menyala-nyala untuk menduduki tanah perjanjian. Jadi penting sekali untuk membangun cara berpikir kita sesuai FA. Caranya yaitu Flp. 4:8
Bangun cara berpikir kita sesuai dengan FA. Misalanya – lakuka segal sesuatu seperti melakukan kepada Allah. Pemikiran seperti ini akan membuat kita akan terus memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan.

4. KITA HARUS MEMBANGUN CARA KITA BERKATA-KATA

Perkataan kita juga dapat mempengaruhi kita dalam roh yang menyala-nyala untuk Tuhan, Ams. 18:20,21.
Kembali ke pengalaman ke 10 pengintai. Mereka mengatakan bahwa mereka melihat orang Enak seperti raksasa dan mereka melihat diri mereka seperti belalang, dan akibatnya mereka menjadi kecut dan tawar hati untuk memasuki tahan perjanjian. Kata-kata mereka ini membuat mereka bukan saja kecut dan tawar hati tetapi membuat Tuhan tidak suka dan mendatangkan penghukuman, Bil. 13:33

Yosua dan Kaleb mengalami permasalah yang sama dengan ke 10 pengintai tetapi mereka memiliki kata-kata yang membangun iman, Bil. 14:5-10

Akibatnya mereka tetap memiliki roh yang menyala-nyala untuk memasuki tanah perjanjian. Bahkan sampai usia mereka lanjut mereka tetap menyala-nyala bagi Tuhan, Yosua 14:6-11; 24:15.

Demikian juga kita, jika ingin tetap memiliki roh yang menyala-nyala di dalam melayani Tuhan marilah kita memperhatikan perkataan kita.

Kesimpulan:

Supaya kita memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan maka kita harus membangun hubungan kita dengan baik dengan Tuhan, sesama, membangun pola kita berpikir dan perkataan kita.

8:23 PM | 0 Comments | Read More

MELAYANI TUHAN DENGAN ROH YANG MENYALA-NYALA

Written By GSJA KEMULIAAN on Minggu, 09 Juni 2013 | 10:06 AM

Roma 12:11  Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Gsja, gsja kemuliaan, melayani, roh kudus, menyala-nyala
Keinginan Tuhan Yesus bagi setiap orang percaya adalah melayani Dia dengan roh yang menyala-nyala.
Hal ini dapat kita lihat melalui teladan yang diberikan oleh Tuhan Yesus sendiri dan juga oleh gereja mula-mula. Jika kita membaca Firman Tuhan tentang bagaimana Yesus dan jemaat mula-mula melayani, kita akan temukan bahwa mereka melayani dengan roh yang menyala-nyala.

Siapa yang melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala? Seluruh orang percaya dan seluruh orang percaya dalam struktur.

MENGAPA MELAYANI TUHAN DENGAN ROH YANG MENYALA-NYALA?

10:06 AM | 0 Comments | Read More

SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS?

Written By GSJA KEMULIAAN on Minggu, 19 Mei 2013 | 10:20 AM

SUDAHKAH KAMU MENERIMA ROH KUDUS?

KIS. 19:1-11

PENDAHULUAN
“Sudahkah kamu menerima Roh Kudus?” Pertanyaan ini diajukan oleh Paulus kepada murid-murid di Efesus kira-kira 40 tahun setelah pencurahan Roh Kudus kali pertama di ruang atas Yerusalem pada hari Pentakosta.

Dan mereka menjawab bahwa mereka belum menerima bahkan belum pernah mendengar Roh Kudus walapun mereka sudah menjadi murid atau menjadi orang percaya.

Apa yang dimaksud oleh Palulus dengan pertanyaan ini? Bukankah ketika seseorang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi Roh Kudus berdiam di dalam dirinya?

Supaya kita mengerti maksud dari pertanyaan Paulus ini, kita perlu mengerti karya Roh Kudus dalam kehidupan manusia.

I.    Karya Roh Kudus di dalam kehidupan manusia yang  berdosa, Yoh. 16:7-11

1.    Roh Kudus menginsafkan manusia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman, Yoh. 16:7-11

2.    Roh Kudus melahirkan kembali manusia yang berdosa itu secara rohani, Titus 3:4-7

Melahirkan kembali artinya suatu pekerjaan Allah melalui Roh Kudus melahirkan kembali seseorang secara rohani agar menjadi anak-anak Allah. Tetapi syaratnya bagi manusia harus beriman terlebih dahulu kepada Yesus Kristus, (Yoh. 3:3,7).
Kelahiran kembali terjadi secara tiba-tiba dan terjadi hanya sekali saja.
Akibatnya manusia menjadi ciptaan baru dan menerima hidup baru, (2 Kor5:17; 1 Yoh. 2:29)

3.    Roh Kudus memeteraikan orang yang sudah lahir baru

Artinya bahwa seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus dimeteraikan/dicap oleh Allah bahwa ia adalah milik Allah.
Tujuannya – ini menjadi tanda bukti yang sah akan jaminan yang diberikan Allah kepada setiap orang percaya, bahwa mereka adalah benar-benar milik Allah

II.    Karya Roh Kudus di dalam kehidupan manusia yang sudah percaya

1.    Roh Kudus membaptiskan orang yang percaya atau orang yang sudah lahir kembali.

Setelah seseorang insaf akan dosa, kebenaran dan penghakiman, dilhairkan kembali dan dimeteraikan oleh karya Roh Kudus, selanjutnya Tuhan Yesus mau supaya orang tersebut dibaptis dengan Roh Kudus, Kis. 1:14-5

Inilah yang dimaksud oleh Paulus ketika ia bertanya kepada murid-murid di Efesus, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus?”

Dan tanda bahwa seseorang dibaptis oleh Roh kudus yaitu ia berkata-kata dalam bahasa lain atau berkata-kata dalam bahasa roh, Kis. 2:1-4; Kis. 8:14-19; 10:44-46; 19:6-7
Tujuan dibaptis oleh Roh Kudus – supaya seorang percaya memiliki kuasa (wibawa dan otoritas) untuk menjadi saksi bagi Kristus, Kis. 1:8

2.    Roh Kudus memenuhi orang percaya, Ef. 5:18

Artinya pikiran, perasaan, kehendak orang percaya sama atau menyatu dengan pikiran, perasaan dan kehendak Allah, Flp. 2:5
Yesus bukan seorang yang mempertahankan hak, jadi kita juga harus mempersenjatai pikiran kita dengan hal ini

3.    Roh Kudus menguatkan dan meneguhkan orang percaya, Ef. 3:16-17

Bahwa dengan iman Kristus diam hati kita
Supaya berakar dan berdasar di dalam kasih – segala sesuatu kita lakukan karena kasih

Sumber:
Khotbah Gembala Sidang, Pdt. Dias Pora Padang, M.Th di Kebaktian Umum Pagi & Malam 19 Mei 2013 di GSJA KEMULIAAN
10:20 AM | 1 Comments | Read More

KENAIKAN TUHAN YESUS

Written By Admin on Kamis, 09 Mei 2013 | 6:21 AM

Khotbah Gembala Sidang Pdt. Dias Pora Padang, M.Th dalam Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus di Gsja Kemuliaan, pada Kamis, May 9, 2013.

Teks: KIS 1:6-11

Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus merupakan peristiwa yang tidak bisa dipisahkan dengan peristiwa lainnya, seperti kelahiran, penderitaan dan kematian di kayu salib serta penguburanNya, kebangkitanNya dari antara orang mati, kenaikanNya, dan kedatanganNya pada kali yang kedua.

Dari semua peristiwa tersebut, hanya satu yang belum terjadi, itulah kedatanganNya pada kali yang kedua. Tentang hal ini, kita harus menantikannya.

Berbicara tentang peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, itu merupakan peristiwa yang sangat menarik, kenapa? Karena di dalamnya memiliki banyak kebenaran rohani yang sangat memberkati kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.


Pada saat ini kita akan merenungkan bersama kebenaran mengenai kenaikan Tuhan Yesus

1.    Kenaikan Tuhan Yesus menegasakan supaya kita fokus kepada perkara-perkara sorgawai bukan perkara duniawi. 

Pada waktu mendekati kenaikanNya ke sorga, murid-murid masih bertanya tentang apakah Yesus mau memulihkan kerjaan bagi Israel, Kis. 1:6

Ini menunjukkan bahwa beberapa murid pikirannya masih fokus pada perkara-perkara duniawi, yaitu bagaimana mereka bebas dari penjajahan bangsa Romawi. Sebagai orang percaya, jangan kita terpengaruh apalagi terikat kepada perkara-perkara duniawi.

Tetapi Yesus kemudian mengarahkan pikiran mereka dari fokus kepada perkara duniwi kepada perkawa sorgawi. Bagi Yesus bebas dari perbudakan dosa adalah jauh lebih penting dari pada bebas dari perbudakan bangsa Romawi. Karena hidup dalam perbudakan dosa berdampak sampai pada kekekalan, tetapi perbudakan duniawi sifatnya tidak kekal.

Kalaupun miskin secara materi, itu hanya di bumi dan sifatnya sementara; kalaupun sakit secara fisisk, itu hanya di bumi, sifatnya hanya sementara. Tetapi yang terpenting sudah tidak diperbudak dosa lagi, maka ketika meninggalkan dunia ini, akan masuk sorga. Di sorga tidak ada lagi penyakit, kemiskinan, kesusahan.

2.    Perkara sorgawi yang dimaksudkan yaitu:berkatian dengan tugas memberitakan Injil atau menjadi saksi dan membaptis, memuridkan, mengutus, Mat. 28:19-20; Kis.1:7-8

Tuhan Yesus mau kita fokus dengan tugas memberitakan Injil atau menjadi saksi dan membaptis, memuridkan, dan kemudian mengutus lagi.

Kita tidak sekedar menjadi orang percaya setelah seseorang memperkenalkan Yesus bagi kita dan percaya, tetapi setelah kita dimuridkan, kita akan diutus oleh gereja untuk kembali pergi memberitakan injil. Siklus ini yang seharusnya terjadi: pergi – dibaptis – dimuridkan - diutus

Sebagai orang percaya, kita tidak boleh kehilangan gairah berkatian dengan perkara sorgawi ini. Semua berkat yang Tuhan berikan seharusnya menjadi sarana bagi kita untuk menolong kita untuk mewujudkan perkara sorgawi ini.

Misalnya: jika punya rumah yang cukup besar, untuk menampung 5-12 orang, jadikan tempat komsel; jika punya gaji yang cukup baik, topang pekerjaan Tuhan seperti pembukaan gereja baru, bantu pendeta yang di pedalaman dst; jika ada mobil, sempatkan untuk menjemput teman untuk datang ke gereja atau ke komsel; dll.

3.    Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia akan menyertai jika kita fokus pada perkara sorgawi.

Di dalam Mat. 28: 19-20 dikatakan bahwa jika kita memberitakan injil, membaptiskan orang yang percaya, memuridkan dan mengutus, Yesus berjanji untuk menyertai kita.

Penyertaan Tuhan Yesus akan dinyatakan secara ajaib, Markus 16:17-18

Itu dialami oleh Paulus, ketika ia memberitakan Injil ada orang yang percaya tetapi setan juga tidak mau diam, tetapi tuhan menyertai Paulus, Kis.16:13-18

Kita melihat bagaimana Tuhan menyertai Paulus yang fokus pada perkara sorgawi: ia pergi memberitakan Injil, memuridkan, dan kemudian mengutus lagi untuk memberitakan Injil. Itu sebanya ada Timotius, Priskila dan Akwila, Titus dll.

KESIMPULAN:
Jika kita fokus pada perkara sorgawi, maka ada berkat yang kita akan nikmati di bumi ini semasa kita hidup terutama mahkota yang akan kita terima ketika kita ada disorga
6:21 AM | 0 Comments | Read More

KEPADA SIAPA YESUS YANG BANGKIT MENAMPAKKAN DIRINYA?

Written By Admin on Minggu, 05 Mei 2013 | 10:25 AM

Khotbah Gembala Sidang, Pdt. Dias Pora Padang, M.Th di Kebaktian Umum Gsja Kemuliaan pada Minggu 05 Mei 2013.

Jika kita membaca kisah-kisah tentang penampakan Tuhan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati, kita dapat melihat bahwa Yesus menampakkan diri kepada murid-murid dan pengikutNya dalam situasi dan kondisi yang berbeda.

Tetapi Yesus sebenarnya tidak sekedar hanya menampakkan diri, tetapi jika kita mencermati kita bisa mendapatkan kebenaran rohani yang memberkati kita.

Pada saat ini kita akan belajar bersama kepada siapa Yesus yang bangkit menampakkan diriNya:

10:25 AM | 0 Comments | Read More

ALLAH MEMAKAI ORANG BIASA UNTUK MENGERJAKAN PEKERJAAN LUAR BIASA

Written By Admin on Minggu, 14 April 2013 | 10:02 AM

Khotbah Pdt. JR Simanjuntak, MA di Kebaktian Umum Pagi & Malam, di GSJA "Kemuliaan" pada tanggal 14 April 2013


“Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” ( Ef 3 : 20 )

Mereka yang dipakai Allah secara ajaib adalah orang – orang biasa. Mereka disebut pahlawan – pahlawan yang gagah perkasa. Mereka berani untuk bertindak dan Allah menghargai keberanian mereka dalam melakukan sesuatu yang bukan saja membuat orang lain karena mereka juga heran melihatnya. Karena yang mengerjakan itu adalah Allah sendiri.

Dalam Efesus 3 : 20 ini dikatakan bahwa Allah melakukan lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan seperti yang ternyata dari kuasa-Nya yang bekerja ada kita. Allah melakukan sesuatu melalui kita orang biasa. Yang menurut ukuran manusia tidak bijak, tidak terpandang, yang hina yang bodoh yang lemah ( 1 kor 1 : 26 – 29 ). Manusia melihat kemampuan luar tetapi Allah melihat hati.

Simak kualifikasi hati orang – orang biasa yang dipakai Allah mengerjakan perkara yang luar biasa.

I.     ALLAH MEMAKAI MEREKA YANG SETIA DENGAN PERKARA – PERKARA KECIL.

10:02 AM | 3 Comments | Read More

MENGAPA KADANG-KADANG KITA TIDAK MENGENALI KEHADIRAN YESUS BERSAMA KITA?

Written By Admin on Minggu, 07 April 2013 | 10:02 AM

Baca: LUKAS 24:13-53

Pada peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus, ada dua murid yang meninggalkan Yerusalem menuju ke Emaus, dan di dalam perjalanan sementara mereka sedang memperbincangkan peristiwa yang sedang terjadi kemudian Yesus datang dan berjalan bersama mereka, tetapi mereka tidak mengenali Yesus.

Hal yg serupa terjadi di dalam kehidupan kita, sebenarnya Yesus ada bersama dengan kita senantiasa, tetapi kerap kali kita tidak mengenali Dia.

Mengapa kedua murid tidak mengenali Yesus yang sedang berjalan bersama dengan mereka?

1)    Kedua murid tidak mengenali Yesus bukan karena Yesus merubah rupaNya (mengambil rupa/wajah) orang lain.

10:02 AM | 0 Comments | Read More